Sekolah Advokasi Guna Mencetak Anggota yang Inventif

18 Maret 2020

Departemen Advokasi dan Jaringan Komunikasi (Adjarkom) HMJ PGMI IAIN Pekalongan telah melaksanakan program kerja pertamanya pada tanggal 15 Maret 2020. Kegiatan ini bernama ‘Sekolah Advokasi’ sebagaimana saran dari ketua SEMA Institut, Wahib Abdullah saat praraker tempo lalu. 

Diusung dengan tema “Mengoptimalkan Keadvokasian guna Meningkatkan Kinerja dan Komunikasi Aktif yang Progresif”, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan keadvokasian dan administratif kepada pengurus HMJ PGMI IAIN Pekalongan. Aktivis kampus seperti, Muhammad Ainul Yaqin, Heru Sunarko, dan Hana Fahiroh juga dihadirkan sebagai pemateri dalam kegiatan ini.

 “Saya sebagai ketua pelaksana sekolah advokasi ini mengucpkan terimakasih karena telah diberi amanah untuk menjalankan kegiatan ini. Selain itu, saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah hadir dan minta maaf mengenai fasilitas yang kurang memadai, karena kita juga pakai dana sendiri jadi seadanya. Yang penting kan ilmunya bukan makanan atau tempat yang mewah.” Ucap Akbar, selaku ketua pelaksana. (15/3)

Acara ini dibuka oleh ketua umum Mariska Ninda Putri sekaligus mewakili ketua jurusan dan sekertaris jurusan yang berhalangan hadir. “Saya menyampaikan terimakasih kepada teman-teman yang sudah hadir dan mohon maaf mengenai fasilitas yang kurang memadai baik dari segi konsumsi, ataupun tempatnya. Semoga acara ini dapat bermanfaat bagi kita baik saat di organisasi ataupun setelah kita demisioner. Saya juga menyampaikan bahwa Pak Afroni dan Bu Hafidzah berhalangan hadir. Oleh karena itu, beliau meminta saya untuk membuka acara ini mewakili beliau.” Ucapnya. (15/3)

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00-17.00 di Laboratorium Matematika ini memberikan segudang ilmu tentang keadvokasian dan administrasi. Beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah Analisis Sosial dan SOP Kesekretariatan Pemerintahan Mahasiswa FTIK IAIN Pekalongan. Materi Analisis Sosial bertujuan membekali pengurus HMJ dalam mengurai masalah yang ada di sekitar dan mencari pemecahan masalahnya. Sementara itu, materi SOP Kesekretariatan Pemerintahan Mahasiswa FTIK IAIN Pekalongan diberikan kepada pengurus HMJ sebagai bekal dalam menjalani masa baktinya sebagai pengurus supaya lebih tertiba secara administrasi.

Kesan dan pesan juga diberikan untuk pengurus HMJ PGMI IAIN Pekalongan, salah satunya dari Ainul Yaqin yang mengatakan, “Kita harus bisa melakukan analisis sosial sebagai salah satu bidang advokasi. Tujuannya untuk apa? Agar kita mampu membaca fenomena yang terjadi di masyarakat sehingga kita dapat menentukan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya. Kalau bukan mahasiswa, siapa lagi?” Ungkapnya.

Setelah acara selesai, koordinator Departement Advokasi, Jaringan, dan Komunikasi (Adjarkom) memberikan tugas kepada seluruh pengurus untuk melakukan analisis sosial sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut. Selain itu, follow up dari kegiatan ini juga akan diadakan oleh Departement Pendidikan dan Pengembangan Mutu sepuluh hari setelah kegiatan sekolah advokasi ini dilaksanakan. Meskipun tidak semua pengurus HMJ PGMI dapat mengikuti sekolah advokasi ini, tetapi kegiatan tetap berjalan lancar dan sesuai rencana.

Artikel

Has no content to show!

Galeri Video

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree